HomeEBOOKS AM*EBOOKS ED*EBOOKS LS*EBOOKS LG*EBOOKS GN**ARTICLES***JADWAL KULIAH.2011/2012

Minggu, 04 September 2011

Adaptasi bahasa dan lingkungan bahasa baru.

Adaptasi bahasa adalah penyesuaian terhadap lingkungan berbahasa; sedangkan lingkungan bahasa baru adalah suatu lingkungan bahasa yang berbeda dengan lingkungan bahasa sebelumnya yang digunakan oleh anak balita dalam berkomunikasi.
Seorang anak akan mengalami adaptasi dalam lingkungan barunya agar dapat berkomunikasi baik dengan sesama anak atau dengan masyarakat disekitar dimana anak bertempat tinggal.
B. Pemerolehan bahasa pertama
Seiring dengan proses pemerolehan bahasa pertama, proses adaptasi bahasa juga dapat berjalan dengan lancar dan cepat karena didorong oleh faktor kebutuhan anak.
Meskipun dengan landasan filosofis yang mungkin berbeda-beda, pada umumnya kebanyakan ahli kini berpandangan bahwa anak dimanapun juga memperoleh bahasa ibunya dengan memakai strategi yang sama.Kesamaan ini tidak hanya dilandasi oleh biologi dan neurologi manusia yang sama tetapi juga oleh pandangan mentalistik yang menyatakan bahwa anak telah dibekali dengan kodrati pada saat lahir. Disamping itu dalam bahasa juga terdapat konsep universal sehingga anak secara mental telah mengetahui kodrat-kodrat yang universal ini.
Perkembangan persepsi ucapan dilakukan dengan cara memperhatikan suara awal, dengan menggunakan teknik habitutation.Pada usia 0-5 bulan, anak mulai menghasilkan kata-kata yang dapat dikenali dalam bahasa mereka seperti ba, ma dan proses pemerolehannya sampai satu tahun. Selanjutnya pada usia 18-20 bulan mereka sudah menguasai 50 kata dan menjelang usia 2 tahun rata-rata anak menguasai 200 – 300 kata.
Pada proses pendengaran usia 18 – 20 bulan bayi memikirkan bunyi-bunyi baru untuk membedakan suara dengan menggunakan design High Amplitude Sucking Pradigm (HASP).Pada usia 6 – 18 bulan dapat diuji dengan menggunakan prosedure conditional headrun yaitu sebuah rancangan bunyi yang diberikan berulang-ulang kepada anak. Pada saat diperkenalkan suatu bunyi yang kontras, bunyi tersebut diikuti dengan aktivitas distraktor visual animasi yang ditempatkan disebelah garis penglihatan bayi.
Pada akhirnya dengan cara ini, anak belajar mengadaptasi perubahan-perubahan suara yang memicu penglihatan visual dan menarik anak-anak untuk memalingkan kepala saat ia mendengar sebuah perubahan suara. Leksikon awal cenderung terlihat bersifat kata benda untuk anak yang belajar bahasa Inggris, yaitu kata benda awal ini cenderung menjadi contoh apa yang disebut basic level categories.
Dalam proses pembentukan kalimat, anak-anak mulai meletakkan kata-kata secara bersama ke dalam kalimat dengan dua kata yang bersifat elementer.Kata-kata yang mereka letakkan dalam tahapan satu kata digabung dalam ungkapan pendek yang biasanya tidak lengkap dengan kata lain tidak memiliki artikel, preposisi atau beberapa tata bahasa lainnya.
Dalam pengungkapan tata bahasa, sama sekali tanpa infleksi tata bahasa.Mereka beranekaragam dalam berbahasa.Keragaman dalam mengungkapkan kalimat dengan kalimat negatif, bertanya disebabkan karena faktor kecepatan dan kemajuan anak serta kemampuan linguistik anak.
Dalam penelitian pemerolehan bahasa anak, khususnya bahasa pertama mencakup beberapa hal pokok yang sangat erat kaitannya dengan proses mental perubahan-perubahan perilaku kebahasaan anak.
C. Teori-Teori Yang berhubungan dengan adaptasi bahasa balita anak pada
lingkungan bahasa baru.
a. Teori tentang Psikolinguistik
Pemerolehan bahasa seiring dengan adaptasi bahasa language adapted adalah salah satu aspek yang dibahasa dalam kajian psikolinguistik.Oleh sebab itu, sebelum membahas lebih jauh tentang pemerolehan bahasa perlu di kemukakan sekilas tentang psikolinguistik.
Clark and Clark, Tanen Hous memberikan batasan tentang psikolinguistik.Mereka mengemukakan bahwa psikolinguistik adalah”The field of linguistics or psychology of language is concerned with the psychological process by which human acquire and use language”.
Berdasarkan pendapat tersebut di atas maka dapat disimpulkan bahwa untuk psikolinguistik khususnya aspek pemerolehan bahasa adalah sebuah ilmu yang mengetahui bagaimana proses kejiwaan dan pengaruh saraf seseorang dalam memperoleh dan mengadaptasi bahasa serta menggunakan bahasa itu dalam kehidupan sehari-hari.
Telaah mengenai adaptasi bahasa anak dalam lingkungan baru khususnya anak balita sangat erat kaitannya dengan perkembangan anak, baik perubahan motorik maupun tingkah laku kejiwaannya.Yang lebih dominan lagi adalah perkembangan neurologi atau jaringan syaraf termasuk perubahan kejiwaannya.Unsur-unsur ini sangat mempengaruhi proses adaptasi bahasa anak dan terimplikasi pada produksi bahasa.Yang kedua inilah sebagai petunjuk atau tanda bahwa anak pada usia tertentu sudah memiliki bahasa dan sekaligus memproduksinya.
b. Teori tentang pemerolehan bahasa atau Language acquisition
Acquisition adalah bagian dari proses sadar yang identik dengan proses yang digunakan dalam pemerolehan bahasa pertama dalam semua hal.Dikatakannya bahwa saat prosedur acquisition demikian juga tidak sadar terhadap hasil yang diperoleh dari acquisition itu.
Persoalan mendasar dalam pemerolehan bahasa pertama adalah keterkaitan antara pemerolehan bahasa di satu sisi dan produksi bahasa pada sisi lain.Kedua aspek dalam pemerolehan bahasa anak tersebut secara mendasar tidak bisa dipisahkan, sebab ketika anak memperoleh bahasa tentu akan diikuti oleh produksi bahasa yang akan diperolehnya.
Seorang anak dapat menghasilkan satu bahasa melalui bunyi dan bunyi inilah yang ditangkap oleh pendengar sehingga memungkinkan produksi tersebut dapat ditangkap, akhirnya terjadi hubungan antara pembicara dan pendengar.
c.Teori tentang dialek
Istilah dialek berasal dari bahasa Yunani yaitu daelectos.Haugen (1996:924-5) mendefinisikan bahwa dialek adalah variasi bahasa yang digunakan untuk variasi lokal.Selanjutnya ia mengatakan bahwa dialek adalah suatu bahasa diluar dari politik bahasa.Senada dengan itu Kartomihardjo mengatakan bahwa dialek diasosiasikan dengan daerah geografis.
d. Teori tentang dasar-dasar biologi pada tingkah laku komunikasi.
Masalah ini hanya pada (1) bahasa dan otak, (2) neuroanatomi dan neuropatologi, (3) lateriasi fungsi, (4) lokalisasi fungsi inhemisfer dan (5) cara-cara memandang hubungan antara otak dan bahasa.
Aris Toteles dalam Gleason mengatakan bahwa fungsi otak sama halnya dengan radiato pada sistem pendingin.Demikian juga pada abad ke-16 Johan Schen Von Gafernberg menunjukkan gangguan bahasa yang berhubungan dengan bahaya otak yang tidak berhubungan dengan paralisis dysathria yakni kemampuan mengartikulasi ujaran.
Otak akan menjadi kompleks dan merupakan tantangan dalam mamahami bahasa.Kekomplekan itu disebabkan karena otak merupakan sebuah susunan fisik dengan jutaan sel yang saling berhubungan antara satu sel dengan sel lainnya melampaui ribuan sinapsis yang rumit dengan perbedaan alat kimia yang tranmisi.Untuk memahami bahasa harus menghubungkan struktur-struktur ini dengan bentuk-bentuk tingkahlaku manusia.Seperti apa yang paling kompleks diketahui diujarkan dan kemampuan bahasa apa yang diperlukan.Pemahaman dari hubungan ini akan sangat sukar bukan hanya melibatkan kompleksitas melainkan karena otak, seperti fenomina alam yang dikarakteristikan oleh variasi individu.Namun perlu dipahami bahwa sejauhmana ujaran dan kemampuan bahasa adalah konsistenan terhadap sistem sadar kita
D. Batasan penjelasan masalah
Pemerolehan bahasa memiliki pembahasan yang begitu luas, yakni pemerolehan bahasa pertama dan kedua bagi anak dan pemerolehan bahasa pertama dan kedua bagi orang dewasa.Dimakalah ini hanya membahas subjek tertentu yakni masalah adaptasi (penyesuaian diri) bahasa anak usia balita terhadap lingkungan bahasa baru.
Adaptasi di sini maksudnya penyesuain diri anak dalam hal pemerolehan bahasa.Pemerolehan bahasa merupakan prestasi manusia yang paling hebat dan menakjubkan.Oleh sebab itu masalah ini mendapat perhatian yang sangat besar.Pemerolehan bahasa telah ditelaah secara intensif sejak lama.Pada saat itu kita telah mempelajari banyak hal mengenai bagaimana anak-anak berbicara, mengerti dan menggunakan bahasa.Satu hal yang kita ketahui adalah bahwa pemerolehan bahasa sangat banyak ditentukan oleh interaksi rumit aspek-aspek kematangan biologis, kognitif, dan sosial.
Dalam proses perkembangan semua anak manusia normal paling sedikit memperoleh satu bahasa alamiah, jelasnya setiap anak yang normal atau mengalami pertumbuhan yang wajar memperoleh suatu bahasa yaitu bahasa pertama atau bahasa ibu dalam tahun-tahun pertama kehidupannya.Selanjutnya seiring perkembangan atau karena perpindahan orang tua ke suatu tempat.Akhirnya anak harus beradaptasi bahasa di lingkungan barunya.Adaptasi terjadi secara alamiah sampai usia tertentu.
KESIMPULAN
Jadi dapat disimpulkan bahwa seorang anak bila orang tuanya berpindah ke suatu tempat maka anak balita harus mampu beradaptasi bahasa dengan dialek tertentu walaupun sudah ada dialek yang dikuasai sebelumnya.Proses adaptasi bahasa dan dialek pada lingkungan bahasa baru selalu terjadi secara alami dan hal itu merupakan isu sentral bagi setiap pembelajar bahasa.
Ada berbagai teori yang mendukung tercapainya adaptasi bahasa anak usia balita pada lingkungan baru yakni teori psikolinguistik, Teori tentang dialek, Teori tentang dasar-dasar biologi pada tingkah laku komunikasi.
Dibuat oleh Krn

1 komentar:

  1. Sebelumnya terimakasih banyak sudah memposting ilmu ini dan mohon ijin untuk menyalin beberapa dari bahasan ini gan.

    BalasHapus