Situasi adalah lingkungan tempat teks beroperasi. Konteks situasi adalah keselu-ruhan lingkungan, baik lingkungan tutur (verbal) maupun lingkungan tempat teks itu diproduksi (diucapkan atau ditulis). Untuk
memahami teks dengan sebaik-baiknya, di-perlukan pemahaman terhadap konteks situ-asi dan konteks budayanya. Dalam pandan-gan Halliday (1978:110), konteks situasi terdiri atas tiga unsur, yakni (i) medan wa-cana, (ii) pelibat wacana, dan (iii) modus wacana.
Medan wacana (field of discourse) me-rujuk kepada aktivitas sosial yang sedang terjadi serta latar institusi tempat satuan-satuan bahasa itu muncul. Untuk mengana-lisis medan, kita dapat mengajukan perta-nyaan what is going on, yang mencakup tiga hal, yakni ranah pengalaman, tujuan jangka pendek, dan tujuan jangka panjang.
Ranah pengalaman merujuk kepada ke-transitifan yang mempertanyakan apa yang terjadi dengan seluruh proses , partisi¬pan , dan keadaan . Tujuan jangka pendek merujuk pada tujuan yang harus segera di-capai. Tujuan itu bersifat amat konkret. Tu-juan jangka panjang merujuk pada tempat teks dalam skema suatu persoalan yang le-bih besar. Tujuan tersebut bersifat lebih ab-strak.
Pelibat wacana (tenor of discourse) me-rujuk pada hakikat relasi antarpartisipan, termasuk pemahaman peran dan statusnya dalam konteks sosial dan lingual. Untuk menganalisis pelibat, kita dapat mengajukan pertanyaan who is taking part, yang menca-kup tiga hal, yakni peran agen atau masya-rakat, status sosial, dan jarak sosial.
Peran terkait dengan fungsi yang dija-lankan individu atau masyarakat. Status ter-kait dengan tempat individu dalam masya-rakat sehubungan dengan orang-orang lain, sejajar atau tidak. Jarak sosial terkait den¬gan tingkat pengenalan partisipan terhadap partisipan lainnya, akrab atau memiliki ja-rak. Peran, status, dan jarak sosial dapat bersifat sementara dan dapat pula perma-nen.
Modus wacana (mode of discourse) me-rujuk pada bagian bahasa yang sedang di-mainkan dalam situasi, termasuk saluran yang dipilih, apakah lisan atau tulisan. Un¬ tuk menganalisis modus, pertanyaan yang dapat diajukan adalah what s role assigned to language, yang mencakup lima hal, yakni peran bahasa, tipe interaksi, medium, salu¬ran, dan modus retoris.
Peran bahasa terkait dengan kedudukan bahasa dalam aktivitas: bisa saja bahasa bersifat wajib (konstitutif) atau tidak wa-jib/penyokong/tambahan. Peran wajib terja-di apabila bahasa sebagai aktivitas keselu-ruhan. Peran tambahan terjadi apabila baha-sa membantu aktivitas lainnya. Tipe inte-raksi merujuk pada jumlah pelaku: monolo-gis atau dialogis. Medium terkait dengan sarana yang digunakan: lisan, tulisan, atau isyarat. Saluran berkaitan dengan bagaima¬na teks itu dapat diterima: fonis, grafis, atau visual. Modus retoris merujuk pada pera-saan teks secara keseluruhan, yakni persu-asif, kesastraan, akademis, edukatif, mantra, dan sebagainya.

Tidak ada komentar:
Posting Komentar