HomeEBOOKS AM*EBOOKS ED*EBOOKS LS*EBOOKS LG*EBOOKS GN**ARTICLES***JADWAL KULIAH.2011/2012

Minggu, 04 September 2011

ONTOLOGI

Istilah ontologi berasal dari kata Yunani Onta yang berarti sesuatu yang sungguh-sungguh ada, kenyataan yang sesungguhnya, dan logos yang berarti teori atau ilmu. Ontologi mempelajari keberadaan dalam bentuknya yang paling abstrak.Ontologi merupakan cabang filsafat yang membicarakan tatanan dan struktur kenyataan dalam arti yang luas.
Secara Ontologi ilmu membatasi lingkup penelaahan keilmuaannya hanya pada daerah-daerah yang berada dalam jangkauan pengalaman manusia.Objek penelaahan berada dalam batas pra-pengalaman dan pasca pengalaman diserahkan ilmu kepada pengetahuan lain.
B. Metafisika
a. Pengertian Metafisika
Dalam buku Filsafat Ilmu dan perkembangannya di Indonesia karangan Drs.Surajio memberikan definisi Metafisika adalah cabang filsafat yang membicarakan tentang yang ada.Metafisika membicarakan sesuatu di sebalik yang tampak.Dengan belajar metafisika orang akan mengenal akan Tuhannya dan mengetahui berbagai macam aliran yang ada dalam metafisika.Persoalan-persoalan metafis dibedakan menjadi tiga ,yaitu persoalan ontologi, persolan kosmologi, persoalan antropologi.Persoalan Ontologi diantaranya adalah apa yang dimaksud dengan ada, keberadaan, atau eksistensi itu? Bagaimanakah penggolongan dari ada, keberadaan dan eksistensinya? Apa dasar kenyataan atau keberadaan? Persoalan kosmologi bertalian dengan asal mula, perkembangan dan struktur atau susunan alam, misalnya jenis keteraturan apa yang ada dalam alam? Apa hakikat hubungan sebab akibat? Apakah ruang dan waktu itu? Persoalan antropologi (manusia) seperti bagaimana terjadi hubungan badan dan jiwa? apa yang dimaksud dengan kesadaran? Manusia sebagai makhluk bebas atau tidak bebas?
Tafsiran yang pertama diberikan oleh manusia tentang alam ini yakni terdapat ujud-ujud yang bersifat ghaib (supernatural) dan ujud-ujud bersifat lebih tinggi atau lebih kuasa dibandingkan dengan alam yang nyata.Animisme merupakan kepercayaan yang berdasarkan pemikiran supernaturalisme ini; dimana manusia percaya bahwa terdapat roh-roh yang bersifat ghaib yang terdapat dalam benda-benda seperti batu, pohon, dan air terjun.Animisme merupakan kepercayaan yang paling tua umurnya dalam sejarah perkembangan kebudayaan manusia dan dipeluk oleh beberapa masyarakat dimuka bumi.
Sebagai lawan dari supernaturalisme maka terdapat paham naturalisme yang menolak ujud-ujud yang bersifat supernatural.Materialisme merupakan faham berdasarkan naturalisme berpendapat bahwa gejala-gejala alam tidak disebabkan oleh pengaruh kekuatan yang bersifat ghaib melainkan kekuatan yang terdapat dalam alam itu sendiri yang dapat dipelajari dan diketahui.
Prinsip-prinsip materalisme ini dikembangkan oleh Democritos (460-370 SM).Dia mengembangkan teori tentang atom yang dipelajari dari gurunya Leucippus. Bagi Democritos, unsur dasar dari alam ini adalah atom.
Gejala alam dapat didekati dari segi proses kimia fisika.Hal ini tidak terlalu menimbulkan permasalahan selama diterapkan kepada zat-zat yang mati seperti batuan atau karet besi. Namun bagaimana dengan makhluk hidup termasuk manusia.Kaum yang menganut faham mekanistik ditentang oleh kaum vitalistik.
Kaum mekanistik melihat gejala alam (termasuk makhluk hidup) hanya merupakan gejala kimia fisika semata.Sedangkan bagi kaum vitalistik hidup adalah sesuatu yang unik yang berbeda secara substantif dengan proses tersebut di atas.
Secara fisiologis otak manusia terdiri dari 10 – 15 billiun neuron.Neuron adalah sel saraf yang merupakan dasar dari keseluruhan sistem saraf.Sudah merupakan kenyataan bahwa proses berfikir manusia menghasilkan pengetahuan yang berupa zat (objek) yang ditelaahnya.Namun apakah merupakan kebenarannya dari hakikat pikiran tersebut.Apakah dia berbeda dengan zat yang ditelaahnya atau hanya bentuk lain dari zat tersebut?
Aliran monistik mempunyai pendapat yang tidak membedakan antara fikiran dan zat, mereka hanya berbeda daam gejala disebabkan proses yang berlainan namun mempunyai substansi yang sama.Sehingga proses berfikir merupakan aktivitas elektrokimia dari otak.Jadi yang membedakan robot dan manusia bagi yang menganut faham monistik hanya terletak pada komponen dan struktur yang membangunnya dan sama sekali bukan terletak pada substansinya yang pada hakikatnya berbeda secara nyata.
Pendapat ini ditolak oleh kaum yang menganut faham dualistik.Termininologi dualisme ini mula-mula dipakai oleh Thomas Hyde (1700) Sedangkan monisme oleh Christian Wolff (1679-1754). Dalam metafisika dalam penafsirkan dualistik membedakan antara zat dan kesadaran (pikiran) yang bagi mereka berbeda sui generis.Secara substantif filsuf yang menganut faham dualistik ini diantaranya Rene Descartes (1596-1650), John Locke (1632-1714), George Berkeley (1685-1753).
Ketiga ahli filsuf ini berpendapat bahwa yang ditanggap oleh fikiran termasuk perinderaan dari seluruh pengalaman manusia adalah bersifat mental.Bagi Descartes yang bersifat nyata adalah fikiran sebab dengan berfikirlah maka sesuatu itu lantas ada.
Cagito ergo sum! (Saya berpikir maka saya ada). Descartes mulai menyusun filsafatnya secara deduktif berdasarkan pernyataan yang baginya merupakan kebenaran yang tidak diragukan lagi.Locke sendiri menganggap bahwa pikiran manusia pada mulanya dapat diibaratkan sebuah lempeng lilin yang licin (tabula rasa) dimana pengalaman indera melekat pada lempeng tersebut.Makin lama makin banyak pengalaman indera yang terkumpul dan kombinasi dari pengalaman-pengalaman indera ini seterusnya membuahkan ide yang kian lama kian rumit.Dengan demikian pikiran dapat diibaratkan sebagai organ yang menangkap dan menyimpan pengalaman indera.
Ada dikatakan oleh Nicolai Hartman :”Metafisika dianggap orang:
1. Sebagai daerah tempat yang khusus teruntuk bagi obyek-obyek transenden; adapun Kant menganggapnya sebagai daerah spekulatif bagi tanggapan-tanggapan berikut: Tuhan, Kebebasan, Jiwa. Dalam pengertian itu ia tiada berkuasa lagi, setidak-tidaknya sebagai cabang filsafat.
2. Metafisika dapat diartikan sebagai pangkalan bagi sistem-sistem spekulatif, teori-teori dan tanggapan dunia. Dalam pengertian itu ia merupakan pergolakan penyelesaian-penyelesaian masalah yang saling membantah; lagi pula masalah-masalah itu kembali juga tiada hentinya, jadinya akhirnya tetap tidak diselesaikan, sedangkan dugaan-dugaan spekulatif ganti-berganti dengan sebebas-bebasnya.
3. Tak lain tak bukan hanya sebagai metafisika masalah-masalah dan sebagai pekerjaan terus-menerus untuk menyelesaikannya.Kemajuan ilmu pengetahuan yang semakin lama semakin pesat, sebab masalah-masalah hanya mengganti kulitnya saja tetapi isinya tetap.
C. Asumsi
Paham determinisme dikembangkan oleh William Hamilton 1788-1856) dari doktrin Thomas Hobbes (1588-1679) yang menyimpulkan bahwa pengetahuan adalah bersifat empiris yang dicerminkan oleh zat dan gerak yang bersifat universal .Aliran Filsafat ini merupakan lawan dari fatalisme yang berpendapat bahwa segala kejadian ditentukan oleh nasib yang telah ditetapkan lebih dahulu.Demikian juga paham deteminisme ini bertentangan dengan penganut pilihan bebas yang menyatakan bahwa manusia mempunyai kebebasan dalam menentukan pilihannya tidak terikat kepada hukum alam yang tidak memberikan alternatif.
Untuk meletakkan ilmu dalam perspektif filsafat ini marilah kita bertanya pada diri sendiri apakah sebenarnya yang ingin dipelajari dengan adanya ilmu.Konsekuensi dari pilihan ini adalah jelas, sebab sekiranya kita memilih hukum kejadian yang berlaku bagi seluruh manusia maka kita harus bertolak dari paham deteminisme.
Sifat universal yang disyaratkan oleh ilmu, bagaimana kita akan mampu memenuhinya, disebabkan kemampuan manusia yang tidak mungkin memenuhi semua kejadian misalnya kita menyimpulkan matahari terbit dari barat dan tenggelam dari timur, beranikan kita menjamin pada suatu saat jadi terbalik lalu kesimpulan itu tidak berlaku.
D. Peluang
Perlu kita sadari bahwa ilmu tidak pernah ingin dan tidak pernah berpretensi untuk mendapatkan pengetahuan yang bersifat mutlak. Dalam soal pretensi ilmu kalah dengan pengetahuan perdukunan).Saudara pasti sembuh dengan minum air ini, jadi tidak ada keraguan sedikitpun.Ilmu memberikan dasar saudara untuk mengambil keputusan, dimana keputusan saudara harus didasarkan kepada penafsiran kesimpulan ilmiah yang bersifat relatif.Dengan demikian maka kata akhir suatu keputusan terletak ditangan saudara dan bukan pada teori-teori keilmuan.
E. Beberapa Asumsi dalam Ilmu
Kehidupan penuh dengan 1001 teka-teki dan sejuta rahasia.Pandangan ini berubah setelah kita berangkat dewasa, dunia tidak sebesar yang kita kira, ujud yang penuh dengan misteri ternyata begitu saja.Kemestaanpun menciut, bahkan dunia bisa selebar daun kelor bagi orang yang putus asa.
Katakanlah kita sedang mempelajari ilmu ukur bidang datar, tarik garis ke sana, bat garis ke sini terus hitung berapa besar sudut yang menyilang hitung berapa garis yang berhadapan.Analisis ini bagaikan kita membuat konstruksi kayu pada rumah kita.Sekarang dalam bidang datar yang sama pada amuba berbeda dengan kita.Bagi amuba bidang datar itu tidak lurus.Jarak terdekat bukan lagi garis lurus tetapi garis lengkungan.Jadi secara mutlak sebenarnya tidak ada yang tahu bagaimana bidang datar itu.
Dalam analisis secara mekanistik maka terdapat empat komponen analisis utama yakni zat, gerak,ruang dan waktu.Newton dalam bukunya Philoshopie Naturalis Principia Mathematica (1686) berasumsi bahwa keempat komponen ini absolut.Zat bersifat absolut dan berbeda secara substabtif dengan energi.Einsten berlainan dengan Newton dalam the special Theory of Relativity (1905) berasumsi bahwa keempat komponen itu bersifat relatif.Tidak mungkin kita mengukur gerak secara absolut.Bahwa zat sendiri itu tidak mutlak, hanya bentuk lain dari energi, dengan rumus termasyhur: E = mc2.
Dalam mengembangkan asumsi perlu dipertimbangkan beberapa hal:
Pertama, Asumsi ini harus relevan dengan bidang dan tujuan pengkajian disiplin keilmuan.Asumsi ini harus operasional dan merupakan dasar dari pengkajian teoritis.
Kedua, Asumsi ini harus disimpulkan dari keadaan sebagaimana adanya, bukan bagaimana keadaan seharusnya.Asumsi yang pertama adalah asumsi yang mendasari telaahan ilmiah.Sedangkan asumsi kedua adalah asumsi yang mendasari telaahan moral.
F. Batasan-Batasan Penjelajahan Ilmu
Ilmu membatasi lingkup penjelajahannya pada batas pengalaman manusia juga disebabkan metode yang dipergunakan dalam menyusun yang telah teruji kebenarannya secara empiris.Kata Einsten: Ilmu tanpa (bimbingan moral) agama adalah buta.Kebutaan moral dari ilmu mungkin membawa kemanusiaan ke jurang malapetaka.
Ruang penjelajahan keilmuan dari ilmu menjadi kapling-kapling disiplin keilmuan.Kapling ini makin lama makin sempit sesuai perkembangan kuantitatif disiplin keilmuan.Kalau pada mulanya terdapat ilmu-ilmu alam dan ilmu-ilmu sosial maka dewasa ini terdapat lebih dari 650 cabang keilmuan.
Cabang-cabang ilmu
Pada dasarnya cabang-cabang ilmu berkembang dari dua cabang yakni filsafat alam menjadi ilmu-ilmu alam dan filsafat moral menjadi ilmu-ilmu sosial.Ilmu alam terbagi dua yakni Ilmu alam dan ilmu hayat.
G. Hakekat pengajaran bahasa Inggris
Dapatkah anda bayangkan seandainya binatang dapat berbicara seperti manusia? Dengan menguasai bahasa berarti seseorang dapat mengetahui pengetahuan.Keunikan manusia sebenarnya bukanlah terletak pada kemampuan berpikirnya melainkan terletak pada kemampuan berbahasanya.Dalam hal ini maka Eanst Cassier menyebut manusia sebagai Animal Symbolicum, makhluk yang mempergunakan simbol, yang secara generik mempunyai cakupan yang lebih luas dari pada Homo Sapiens yakni makhluk yang berfikir, sebab dalam kegiatan berfikir manusia mempergunakan symbol.Tanpa mempunyai kemampuan berbahasa ini maka manusia tak mungkin mengembangkan kebudayaannya, sebab tanpa mempunyai bahasa maka hilang pulalah kemampuan untuk meneruskan nilai-nilai budaya dari generasi satu ke generasi lainnya.
Di era globalisasi pengajaran bahasa mempunyai arti yang sangat penting, terutama pengajaran bahasa Inggris.Mengingat bahasa Inggris cenderung menjadi motor penggerak Ilmu pengetahuan dan teknologi, tantangan itu perlu dijawab oleh para pengajar bahasa Inggris dengan memperbaharui dan memperluas wawasan dalam bidang didaktik dan metodik.Agar masalah yang selama ini terjadi pada siswa yakni anggapan bahwa bahasa Inggris hanya sebagai beban dan pelajaran yang ditakuti serta membosankan dapat di atasi.Masalah yang sering juga terjadi pada siswa yakni rasa takut untuk membuat kesalahan, sehingga menimbulkan rasa takut untuk berbicara dan mengemukakan pendapatnya dalam bahasa Inggris yang mereka pelajari.Sehingga guru harus menggunakan metode yang bervariasi agar segala permasalahan siswa dapat teratasi.
Ada beberapa hal yang dapat menunjang keberhasilan proses-belajar mengajar yakni:
a. Guru harus berperan sebagai sutradara.Dalam hal ini guru dalam membuat perencanaan dengan sebaik-baiknya agar tercapai tujuan yang diharapkan.
b. Guru harus mempunyai pergantian fase dalam KBM. Dalam hal ini guru diharapkan dapat berhenti sejenak.Hal ini perlu dilakukan karena kemampuan manusia untuk berkonsentrasi secara penuh hanya sekitar kurang lebih sepuluh menit.
c. Guru menerangkan hanya hal-hal penting yang perlu untuk diterangkan.Guru memberi kesempatan untuk siswa berbicara.Hanya hal-hal yang mutlak saja yang harus diterangkan.
d. Guru seharusnya mentolerir kesalahan.Mentolerir kesalahan bukan membiarkan kesalahan yang dibuat oleh siswa melainkan membicarakan dan mengoreksi sesuai dengan tujuan pembelajaran.
e. Guru dan siswa diharapkan berusaha menggunakan bahasa Inggris dalam proses belajar mengajar.
f. Motivasi merupakan salah satu faktor penunjang dalam KBM.
g. Guru sebaiknya tidak meremehkan pengetahuan umum dan pengetahuan yang sudah dikuasai sebelumnya.
h. Guru dapat menyampaikan tujuan dari pembelajaran.Agar tercipta semangat belajar yang selaras dan seimbang.











BAB III
Penutup

Ontologi mempelajari keberadaan dalam bentuknya yang paling abstrak.Ontologi merupakan cabang filsafat yang membicarakan tatanan dan struktur kenyataan dalam arti yang luas.
Secara Ontologi ilmu membatasi lingkup penelaahan keilmuaannya hanya pada daerah-daerah yang berada dalam jangkauan pengalaman manusia.Objek penelaahan berada dalam batas pra-pengalaman dan pasca pengalaman diserahkan ilmu kepada pengetahuan lain.

Dibuat oleh Krn



Tidak ada komentar:

Posting Komentar