HomeEBOOKS AM*EBOOKS ED*EBOOKS LS*EBOOKS LG*EBOOKS GN**ARTICLES***JADWAL KULIAH.2011/2012

Minggu, 04 September 2011

METODE ILMIAH

Alur berfikir yang tercakup dalam metode ilmiah dapat dijabarkan dalam beberapa langkah yang mencerminkan tahap-tahap dalam kegiatan ilmiah.Kerangka berfikir ilmiah yang berintikan proses logicohypothetico-verifikasi ini pada dasarnya terdiri dari langkah-langkah sebagai berikut:
1. Perumusan Masalah yang merupakan pertanyaan mengenai obyek empiris yang jelas batas-batasnya serta dapat diidentifikasikan faktor-faktor yang terkait di dalamnya.
2. Penyusunan Kerangka berfikir dalam pengajuan hipotesis yang merupakan argumentasi yang menjelaskan hubungan yang mungkin terdapat antara beberapa faktor yang saling mengaitkan dan membentuk konslasi permasalahan.
3. Penyusunan Hipotesis yang merupakan jawaban sementara atau dugaan terhadap pertanyaan yang diajukan yang materinya merupakan kesimpulan dari kerangka berfikir yang dikembangkan.
4. Pengujian Hipotesis yang merupakan pengumpulan fakta-fakta yang relevan dengan hipotesis yang diajukan untuk memperlihatkan apakah terdapat fakta-fakta yang mendukung hipotesis tersebut atau tidak.
5. Penarikan Kesimpulan yang merupakan penilaian apakah sebuah hipotesis yang diajukan atau ditolak sementara.
Keseluruhan langkah ini harus ditempuh agar suatu penelaahan disebut ilmiah.Meskipun langkah-langkah ini secara konseptual tersusun dalam urutan teratur, dimana langkah yang satu merupakan landasan bagi langkah berikutnya, namun dalam praktiknya sering terjadi lompatan-lompatan.Hubungan antara langkah yang satu dengan langkah yang lainnya tidak terikat secara statis melainkan bersifat dinamis dengan proses pengkajian ilmiah yang tidak semata mengandalkan penalaran melainkan juga imajinasi dan kreativitas.Sering terjadi bahwa langkah yang satu bukan saja merupakan landasan bagi langkah yang berikutnya namun sekaligus juga merupakan landasan koreksi bagi langkah yang lain.Dengan jalan ini merupakan diprosesnya pengetahuan yang bersifat konsisten dengan pengetahuan-pengetahuan sebelumnya serta teruji kebenarannya secara empiris.
Metode Ilmiah adalah penting bukan saja dalam proses penemuan pengetahuan namun lebih-lebih lagi dalam mengkomunikasikan penemuan ilmiah tersebut kepada masyarakat ilmuan. Sebuah laporan penelitian ilmiah mempunyai sistematika cara berfikir tertentu yang tercermin dalam format dan tekniknya.Perbedaan utama dari metode ilmiah dengan metode-metode pengetahuan lainnya menurut Jacob Bronowski adalah hakikat metode ilmiah yang bersifat sistematik dan eksplisit.
Sifat eksplisit ini memungkinkan terjadinya komunikasi yang intensif dalam kalangan masyarakat ilmuwan. Ilmu ditemukan secara individual namun dimanfaatkan secara sosial. Ilmu merupakan pengetahuan milik umum (public knowledge) dimana teori ilmiah yang ditemukan secara individual dikaji, diulangi dan dimanfaatkan secara komunal. Karakteristik ini mengharuskan seorang ilmuan untuk menguasai sarana komunikasi ilmiah dengan baik yang memungkinkan komunikasi eksplisit antar ilmuan secara intensif.Penemuan mesin cetak merupakan momentum yang sangat mendorong perkembangan ilmu.Ilmu maju dengan cepat pada masyarakat yang telah mempunyai tradisi komunikasi tertulis yang mantap.
Dapat disimpulkan bahwa ilmu merupakan kumpulan-kumpulan pengetahuan yang disusun secara konsisten dan kebenarannya telah teruji secara empiris.Dalam hal ini harus disadari bahwa proses pembuktian dalam ilmu tidaklah bersifat absolut.Ilmu tidak bertujuan untuk mencari kebenaran absolut melainkan kebenaran yang bermanfaat bagi manusia dalam tahap perkembangan tertentu.Hipotesis-hipotesis sampai saat ini tidak ditolak kebenarannya, dan mempunyai manfaat bagi kehidupan kita.Kita anggap sebagai pengetahuan yang shahih dalam keluarga keilmuan.Bahwa hipotesis itu kemudian hari ternyata tidak benar, bagi kita ha itu tidak terlalu penting sesama hipotesis itu mempunyai kegunaan.
Metode ilmiah ini adalah sama bagi semua disiplin keilmuan baik yang termasuk dalam ilmu-ilmu alam maupun ilmu-ilmu sosial.Jika ada perbedaan hanya terletak pada aspek-aspek tekniknya dan bukan pada struktur berfikir atau aspek metodologisnya.Misalnya teknik pengamatan bintang-bintang di langit akan berbeda dengan teknik pengamatan anak taman kanak-kanak yang sedang belajar mengeja.
Metode Ilmiah tidak dapat diterapkan kepada pengetahuan yang tidak termasuk ke dalam kelompok ilmu.Matematika dan bahasa tidak mempergunakan metode ilmiah dalam menyusun pengetahuannya, sebab matematika bukanlah ilmu tetapi pengetahuan yang merupakan saran berfiukir ilmiah.Demikian juga hanya dengan bidang sastra yang termasuk kepada humaniora yang jelas tidak mempergunakan metode ilmiah dalam penyusunan tubuh pengetahuannya.
Meskipun demikian beberapa aspek dari pengetahuan tersebut dapat menerapkan metode ilmiah dalam pengkajiannya.Misalnya aspek pengajaran bahasa, sastra dan matematika.Masalah tersebut dapat digolongkan ke dalam ilmu pendidikan yang mengkaji secara ilmiah beberapa aspek dari proses belajar mengajar.Dalam ilmu-ilmu sosial mengembangkan sendiri teknik-teknik dalam melakukan penelitian ilmiah.Teknik-teknik yang bersifat khusus ini biasanya dikembangkan untuk meneliti aspek tertentu yang bersifat eksploratoris yang bertujuan untuk menemukan pola atau struktur secara keseluruhan.Penelitian yang bersifat kualitatif biasanya diikuti oleh penelitian yang bersifat kuantitatif dengan penerapan metode ilmiah sepenuhnya.
Penelitian merupakan pencerminan secara konkret kegiatan ilmu dalam memproses pengetahuannya. Metodologi penelitian ilmiah dan hakikatnya merupakan operasionalisasi daripada metode keilmuan atau struktur berfikir yang melatarbelakangi langkah-langkah dalam penelitian ilmiah adalah metode keilmuan.Dengan demikian penguasaan metode ilmiah merupakan penguasaan metode ilmiah merupakan prasyarat untuk dapat memahami jalan pikiran yang terdapat dalam langkah-langkah penelitian.Bagi pendidikan keilmuan maka aspek-aspek filsafat ilmu sebaiknya langsung dikaitkankan dengan kegiatan berfikir ilmiah pada umumnya dan kegiatan penelitian pada khususnya.Langkah-langkah penelitian mencakup: Apa yang diteliti, bagaimana penelitian, untuk apa hasil penelitian digunakan adalah koheren dengan landasan ontologis, epistemologis, aksiologis.
Metode ilmiah merupakan paradigma maka ilmu dibandingkan dengan berbagai pengetahuan lainnya dapat dikatakan berkembang sangat cepat.Faktor yang mendorong perkembangan yakni faktor sosial dari komunikasi ilmiah dimana penemuan individu segera dapat diketahui dan dikaji oleh anggota masyarakat ilmuan lainnya.Tersedia alat komunikasi tertulis dalam bentuk majalah, buletin, jurnal, mikro film dan berbagai media lainnya.
Pada pertengahan abad ketujuhbelas komunikasi ilmiah antarilmuwan dilakukan secara korespodensi pribadi serta publikasi makalah atau pamflet sewaktu-waktu. Baru pada tahun 1654 the Royal Society didirikan di London yang disusul oleh academik Francaise yang didirikan di Paris pada tahun 1663.
Teori ilmiah masih merupakan penjelasan yang bersifat sebagian sesuai tahap perkembangan keilmuan yang masih sedang berjalan.Demikian juga dalam jalur perkembangan ini belum dapat dipastikan bahwa kebenaran yang sekarang diterima oleh kalangan ilmiah akan diterima pada masa yang akan datang.Betapa banyak kebenaran ilmiah dimasa lalu tidak dapat lagi diterima masa sekarang.Sifat Pragmatis dari ilmu inilah yang sebenarnya merupakan kelebihan dan kekurangan dari hakikat ilmu.Sikap pragmatis dari ilmu adalah cocok dengan perkembangan peradaban manusia dimana telah terbukti secara nyata peranan ilmu dalam membangun peradaban tersebut.
Ilmu memandang kebenaran sebagai tujuan yang mungkin dicapai namun tak sepenuhnya tangkapan kita itu sampai.Meskipun kita mempelajari metafisika sedalam-dalamnya namun kita tak pernah tahu hakikat realitas yang sesungguhnya.Kegiatan keilmuan pada jiwanya merupakan komitmen moral dan intelektual untuk mencoba mendekati kebenaran dengan cara sejujur-jujurnya.
Demikianlah kita telah melihat berbagai keterbatasan yang dipunyai ilmu walaupun terdapat kekurangan ini bukan menjadi alasan untuk menolak eksistensi ilmu dalam kehidupan kita.Sebab terlepas dari segala keterbatasan ilmu pengetahuan yang telah menunjukkan keampuhannya dalam membangun kemajuan peradaban seperti yang kita lihat sekarang ini. Kekurangan dan kelebihan ilmu harus digunakan sebagai pedoman untuk meletakkan ilmu dalam tempat yang sewajarnya, sebab hanya dengan sikap itulah kita dapat memanfaatkan kegunakan semaksimal mungkin bagi kemasyarahatan manusia.Mengatasi segalanya harus kita sadari bahwa ilmu hanyalah sekedar alat dan semuanya tergantung kepada kita apakah kita mempergunakan alat itu dengan baik atau tidak. Menolak ilmu dengan picik berarti kita menutup mata terhadap kemajuan masa kini, yang mana hampir semua aspek kehidupan modern dipengaruhi oleh produk ilmu dan teknologi.
DIBUAT OLEH KRN






Tidak ada komentar:

Posting Komentar