HomeEBOOKS AM*EBOOKS ED*EBOOKS LS*EBOOKS LG*EBOOKS GN**ARTICLES***JADWAL KULIAH.2011/2012

Rabu, 24 Agustus 2011

LINGUISTIK SEBAGAI TINDAKAN

Pokok pikiran penting kedua dari karya-karya Halliday adalah pandangannya ten-tang linguistik sebagai tindakan dan seca¬ra lebih spesifik linguistik sebagai sebuah bentuk tindak politis . Terkait dengan ini, apa dan siapa Halliday dapat dipahami dari pernyataan Hasan & Martin (1989:4) bahwa perhaps more clearly than any other as¬pect of his work it illustrates his concern with linguistics as a form of social action his thinking is for doing . Pandangan Halli¬day itu dipengaruhi oleh dua hal, yakni (1) keterlibatan aktifnya dalam penelitian lin-guistik dan (2) keterlibatan aktifnya dalam gerakan politik kiri ketika menjadi maha-siswa pada awal tahun 1950-an.
Pengaruh pertama, yakni keterlibatan-nya dalam gerakan pendidikan yakni pe-ngajaran bahasa Inggris sebagai bahasa ke-dua dan bahasa ibu telah melahirkan gra-matika yang relevan untuk kepentingan pengajaran, yakni teori skala dan katego¬ri . Publikasinya yang menjadi legenda sampai sekarang, yakni Introduction to Functional Grammar juga merupakan res¬ponnya terhadap tuntutan terhadap kehadi¬ran gramatika yang cocok untuk meng¬analisis teks lisan dan tulisan dalam konteks pendidikan.
Pengaruh kedua, yakni pelbagai keterli-batan Halliday dalam gerakan sosial-politis telah membawanya ke dalam perumusan teori bahasa yang dapat melayani kebutuhan praktis itu. Bagi Halliday, sebuah linguistik tentu saja harus dapat dipertanggungjawab-kan secara sosial. Dengan demikian, sebuah bentuk bahasa akan melayani fungsi peng-gunaan bahasa, bentuk ilmu bahasa juga melayani fungsi penggunaannya.
Dalam wawancara dengan Herman Par-ret, Halliday (1978) menerima pandangan bahwa linguistik itu menjadi linguistik ins-trumental , yakni kajian bahasa untuk me-mahami sesuatu yang lain. Tidak ada kon-tradiksi antara linguistik instrumental de-ngan linguistik autonom . Linguistik ins-trumental adalah kajian bahasa untuk me-mahami sesuatu yang lain, misalnya sistem sosial. Linguistik autonom adalah kajian bahasa untuk memahami sistem lingual itu sendiri.
Sebuah linguistik instrumental memiliki relevansi karakteristik dengan tujuan yang akan dicapai. Dalam linguistik instrumental, juga dikaji hakikat bahasa sebagai feno-mena keseluruhan. Tampaknya, pandangan tersebut untuk mempertegas model instru-mental yang sudah dikemukakan sebelum-nya dalam buku Explorations in the Func-tions of Language (1973).

Tidak ada komentar:

Posting Komentar