HomeEBOOKS AM*EBOOKS ED*EBOOKS LS*EBOOKS LG*EBOOKS GN**ARTICLES***JADWAL KULIAH.2011/2012

Kamis, 25 Agustus 2011

Pola-pola bilingual

Seorang anak dapat menjadi bilingual dan bilingualisme akan berbeda-beda dari satu keluarga atau kasus individu lain.Di bagian ini umumnya ditemukan pola-pola sebagai berikut:
Immigrasi.Imigrasi yakni meninggalkan suatu daerah asal mereka menetap ke daerah baru.Seperti bangsa Amerika dan Kanada, selamat berabad ditemukan sejumlah besar immigran masuk ke daerah mereka.Immigran anak-anak biasanya mendapatkan bahasa pertama dirumah dari orangtua atau keluarga dan bahasa kedua yang digunakan orang di sekitar tempat baru mereka.kebanyakan kasus di sana tidak ada ketentuan yang khusus dibuat bagi mereka ketika mereka masuk ke sekolah.Selanjutnya mereka harus menggali dan mendalami sesuatu yang terbaik untuk mereka dapatkan.Kebanyakan daerah immigran diharapkan oleh opini publik untuk berasimilasi misalnya beradaptasi terhadap adat istiadat di daerah baru.
2. Migrasi
Banyak negara eropa barat berpengalaman dalam migrasi berskla besar dalam 3 dekade setelah perang dunia kedua.Seperti masyarakat berpindah tempat untuk mencari pekerjaan dan demi kehidupan yang lebih baik.dalam beberapa kasus mula-mua mereka menampung keluarga mereka atau kemudian dikirim bagi mereka.Sedangkan yang lainnya mereke temukan sebagai mitra dari daerah baru atau kelompok etnik lain.Anak-anak mereka berkembang hanya mendengarkan dari orang tua mereka.adapun cara anak-anak mereka menjadi bilingual sama sekali tidak dapat diprediksi dari kasus immigran.
Lewis (1972) dalam sebuah catatan multi lingual in Uni Sovyet mencakup sebuah diskusi perkembangan tentang yang mereka sebut dengan bilingualism “mass” atau “popular”
3. Hubungan akrap dengan kelompok linguistik lain
Dalam beberapa negara diberbagai bangsa dan daerah yang kaya keanekaragaman linguistik, hubungan kelompok berbeda bahasa cukup umum.Hal ini mungkin di bawah oleh para urban atau migrasi intern dan bilingualisme kemungkinan besar ditemukan pada anak-anak juga orang dewasa.Anak mungkin mempunyai orang tua atau keluarga yang berbicara berbeda bahasa atau mereka mendengar satu bahasa di rumah dan satu bahasa lainnya diluar rumah.
4. Pendidikan yang mereka terima di sekolah
Sekarang pendidikan mempunyai peranan penting dalam membentuk anak-anak yang dapat bilingual.Sistem pendidikan sengaja diarahkan sebagai salah satu kasus terhadap pembinaan bilingualism.Sebagai contoh orang perancis mendalami kursus di sekolah-sekolah di kanada di desain untuk anak-anak dari kebanyakan berbicara bahasa Inggris.Juga ditambah kursus katalan untuk anak-anak berbicara bahasa Spanyol di Catalonia.Sebagai contoh diwajibkan menggunakan bahasa kedua sebagai media penyampaian materi pelajaran pada pendidikan level kedua atau sejak awal pertemuan dengan beberapa bagian dalam USSR yang mana Lewis (1972) mengemukakan 3 perubahan penting dalam bidang linguistik sejak memperkenalkan pendidikan secara umum.Pertama,mengembangkan mass bilingualism, sedangkan sebelumnya hanya dalam jumlah terbatas.Kedua, Pada kenyataannya sekarang dikenal dengan bilingualisme populer yang terbentuk secara alamiah terutama bahasa lisan dan ketiga menjadikan bilingual sebagai pilihan terbuka untuk mayoritas terbesar anak-anak Soviet tidak menjadikan hak prerogatif elite.
5. Hidup bersama keluarga bilingual.
Di tingkat keluarga ada banyak perbedaan strategi yang dipilih dalam menjadi anak bilingual.Banyak anak diobservasi dalam studi kasus yang tercantum di bawah ini (lihat 2.4) yang berasal dari keluarga dimana satu salah satu orang tua berbicara bahasa masyarakat yang lebih luas dan orang tua lain bahasa Asing.Satu kasus Denny melakukan bilingual Swedia dan English.Bapaknya orang Swedia dan Ibunya orang Amerika tinggal di Swedia atau Lisa dan Gualia melakukan bilingual Italia dan Jerman.Bapaknya Berbicara bahasa Italia dan Ibunya berbahasa Jerman tinggal di Italia.
Dalam banyak keluarga telah mengadopsi dan membangun kaidah satu orang satu bahasa.Adapun tingkat kesuksesan tergantung berbagai faktor seperti orangtua harus konsisten dalam penggunaan bahasa mereka dimana seorang anak cukup menerima bahasa yang dipakai dirumahnya saja.Dia memerlukan persepsi untuk menggunakan kedua bahasa atau dia menerima dukungan ragam bahasa yang benar dan dukungan dari masyarakat.Yang pertama menyediakan dua kondisi, yakni menemukan konsistensi dan ekspose.Membangun bilingualism biasanya tidak bermasalah.
Dalam beberapa keluarga yangmana bahasa minoritas diucapkan oleh salah satu atau kedua orangtua mereka yang tujuan utamanya memperkenalkan dua bahasa kepada anak yang baru lahir atau mulai menggunakan bahasa mayoritas setelah mendapatkan satu bahasa minoritas yang telah terbenutk di rumah tetapi sebelum anak memulai sekolah.Perkembangan bilingualism akan sukses tergantung pada hal-hal yang disebutkan sebelumnya yakni ekspose, konsisten, kebutuhan persepsi dan dukungan masyarakat baik mayoritas maupun minoritas.Tetapi yang sangat perlu yakni dukungan masyarakat.
Tidak semua keluarga memilih pola yang digunakan; serta tidak semua mereka selalu mematuhi prinsip satu orangtua satu bahasa.Orang tua atau anggota keluarga lain menggunakan bahasa kedua-duanya.Mereka mungkin tidak konsisten mempraktikannya seperti satu keluarga menggunakan satu bahasa ketika sendirian dengan anak-anak dan yang lain ketika keluarga lain hadir atau mungkin tidak mengikuti pola khusus pada saat itu.
Ada banyak kemungkinan jawaban pertanyaan bagaimana anak dapat melakukan bilingual.Hanya sebagian kecil dari mereka dapat dipaparkan di sini.Keadaan individu keluarga maupun yang berlaku di masyarakat luas dan dapat memutuskan sejauhmana menjadikan anak tinggal di lingkungan bilingual.Sejumlah determinan psikologis, sosial dan pendidikan akan berperan juga.(Lihat diskusi selanjutnya pada bab 6 dan 7)

Tidak ada komentar:

Posting Komentar